Kamis, 16 Juni 2022

AKSI NYATA modul 3.3.a.10 Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid

 AKSI NYATA MODUL 3.3.a.10

PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID

 

OLEH

SUWARNO,S.Pd

CGP ANGKATAN 4 KAB. MELAWI


 

Tujuan Pembelajaran Khusus: 

1.      CGP dapat menjalankan rancangan program/kegiatan  yang dibuat di tahapan koneksi antarmateri

2.      CGP membuat dokumentasi pelaksanaan program/kegiatan  dalam bentuk e-portfolio.

 

بسم الله الرحمن الرحيم

 

Asslamualaikum warrahmatullahi wabbarakatuhu

Salam Semangat dan Bahagia buat pembaca dan khususnya buat bapak ibu guru di seluruh Nusantara. Guru Bergerak Indonesia Maju

 

Pada Kesempatan kali ini saya mencoba menuliskan artikel mengenai praktik baik berbagi aksi nyata modul 3.3 mengenai program yang berdampak pada murid. Salah satu program yang saya tulis adalah budaya positif “Siaga Apel Pagi”. Program ini kami laksanakan di SMPN 4 Tanah Pinon Barat Kec. Tanah Pinoh Barat Kab. Melawi. Artikel ini saya tulis sebagai bentuk refleksi aksi nyata dengan panduan kerangka 4F (Facts, Feelings, Findings, dan Future).

 

1.        Facts (Peristiwa)

Menurut filosofi KHD bahwa Pendidikan Budi Pekerti atau Karakter, yaitu bulatnya jiwa manusia, bersatunya gerak pikiran, perasaan, dan kehendak atau kemauan yang akan menumbuhkan energi jiwa manusia sebagai makhluk individu dan sosial dan dapat memerintah atau menguasai dirinya sendiri , mulai dari gagasan, pikiran, atau angan-angan hingga menjadi tindakan. Ki Hadjar menyebutnya sebagai manusia yang beradab dan itulah tujuan Pendidikan Indonesia secara garis besar (Sugiarta, Mardana, Adiarta, & Artanayasa, 2019). Maka dipandang perlu mengembangkan karakter anak yang sangat penting adalah mandiri, percaya diri, dan tanggung jawab. tidak dapat dipungkiri bahwa kemampuan publik speaking meruapakan salah satu karakter terpenting dalam meningkatkan pembelajaran sosial emosional (PSE) yaitu mampu berkomunikasi secara asertif.

 

Banyak ditemukan hampir disemua sekolah yang menjadi masalah utama pembelajaran adalah rasa percaya diri anak ketika harus tampil didepan, sering kita temui ada anak yang cerdas akademisnya namun publik speakingnya rendah sehingga malu ketika tampil didepan, ada juga karakter anak yang kecerdasan akademiknya biasa saja, namun memiliki rasa percaya diri tinggi dan mampu berbicara di depan publik dengan bahasa yang baik.  harapan saya melalui program ini yang saya beri nama "Siaga Apel Pagi" dapat meningkatkan keterampilan anak berkomunikasi dan meningkat rasa percaya diri, menciptakan lingkungan yang positif melalui habituasi program yang berdampak pada anak. skenario  program apel pagi adalah dengan melibatkan anak sepenuhnya sebagai petugas apel, dan melatih kemandirian dan tanggung jawab mereka terhadap kesepakatan yang telah dibuat, setiap pemimpin barisan menghitung jumlah murid yang hadir dan tidak hadir untuk dilaporkan kepada pemimpin apel, tugas pemimpin apel adalah memberi semangat berupa yel yel, tepuk PPK, salam PPK, dan ice break lainya yang dipilih oleh pemimpin, pemimpin dihari ini akan menentukan petugas hari esok sesuai sesuai syarat salah satunya petugas harus bergiliran, selanjutnya ada dirigen yang memimpin salah satu lagu nasional atau lagu indonesia raya, dilakukan begitu seterusnya secara rutin.

Salah satu masalah disekolah saya SMPN 4 Tanah pinoh barat adalah rasa malu ketika tampil di depan, kurang percaya diri, baik ketika belajar dikelas, diskusi, tanya jawab dan presentasi di depan kelas dan cenderung pasif. Berbagai upaya sudah mulai dilaksanakan salah satunya yang pernah saya lakukan adalah meminta anak membuat catatan kecil di kertas yang saya bagikan, catatan itu berkenaan dengan perasaan anak ketika belajar, materi mana yang belum dipahami, apa yang perlu diperbaiki dipemebalajaran berikutnya. anak menuliskan gagasanya, namun ketika diminta untuk membaca didepan mereka malu dan sebagaian menolak. Selanjutnya bersama komunitas guru dan rekan sejawat, saya meminta tanggapan mengenai program apel  pagi setiap hari yang dipimpin oleh OSIS dan anggotanya, rekan sejawat  dan kepala sekolah setuju.

Di aksi nyata ada beberapa program yang telah kami laksanakan terkait kegiatan PGP diantaranya, Siaga Apel Pagi,  Gerakan sadar kebersihan (Jumat bersih dan sehat), sarapan bersama “Satu Rasa”, les komputer gratis, ekstra kurikuler tari, dan cinta lingkungan dengan menanm pohon produktif. Namun saya memilih program Siaga Apel Pagi. Alasan saya mengapa memilih program ini adalah, program ini dilaksanakan setiap hari kecuali hari senin, melibatkan student agency dalam pelaksanaanya, lebih berdampak pada murid, melatih sikap percaya diri dalam mewujudkan profil pelajar pancasila, dan membentuk karakter murid yang berbudi pekerti luhur melibatkan pembelajaran sosial emosional yang mampu menajamkan rasa, karsa dan cipta murid.

 

Hasil dari Aksi Nyata yang dilakukan

 

Hasilnya setelah program berlansung kurang lebih 1 bulan, terlihat sekali adanya perubahan sikap yang lebih disiplin dan percaya diri pada murid, terutama pada beberapa murid yang selama ini pemalu, pasif, kurang bersosialisasi, publik speaking yang kurang baik, dan kurang rasa peduli.  Setelah program Siaga Apel Pagi dilaksanakan murid terlihat percaya diri dalam menyampaikan ide, bertanya, kritis memberikan saran, lebih peduli dengan rekanya, cepat merespon ketika ada rekan yang butuh pertolongan, datang kesekolah lebih awal, memiliki rasa tanggung jawab tinggi, yang menjadi petugas apel selalu menyiapkan diri dengan baik.

 








 

                                                         Dokumentasi Aksi Nyata “Siaga Apel Pagi”           

Link drive video https://drive.google.com/file/d/197O4NYacXUUY8pnglvW_JFfxaO953pI6/view?usp=sharing

 

2.      Feelings (Perasaan)

Persaan saya ketika dan setelah aksi nyata dilaksanakan sangat optimis, antusias dan penuh semangat serta keyakinan, bahwa program ini adalah salah satu budaya positif yang mungkin bisa dibagi praktik baiknya dengan sekolah lainnya. Saya merasa menjadi pendidik yang beruntung karena dapat memberi sedikit manfaat dan perubahan yang nyata disekolah.

 

3.      Findings (Pembelajaran)

Pembelajaran yang saya dapatkan setelah aksi nyata modul 3.3 pengelolaan pembelajaran yang berdampak pada murid adalah munculnya ide dan gagasan baru yang dapat saya tuangkan dalam program pembelajaran intrakurikuler, ko kurikuler, dan ekstrakurikuler, merancang program dengan alur BAGJA, membuat keputusan dengan paradigma yang tepat dan dilakukan melalui 9 langkah penting, menemu kenali 7 aset utama yang dijadikan pendukung utama menjalankan program serta melaksanakan aksi sebagai wujud implementasi perencanaan, melakukan refleksi dan perbaikan. Proses itu semua sangat menyenangkan dan sudah menjadi rutinitas buat saya. Lebih bisa mengendalikan emosi, mengenal murid lebih dekat tentang dunianya, dan berasaskan keberpihakan murid dalam setiap proses pembelajaran

 

 

4.      Future (Penerapan ke Depan)

Rencana perbaikan dimasa mendatang

1)       Bersama rekan sejawat dan komunitas guru melakukan identifikasi dan analisis yang tepat terhadap aset potensial sekolah, menyusun kegiatan apel pagi dengan aktivitas yang menarik berdasarkan minat murid, misalkan dengan membaca puisi, pantung, atau pidato,

2)      Menyusun program pembelajaran intra, ko dan ekstra secara seimbang dan selaras berdasarkan kepemimpinan murid sebagai student agency dengan memperhatikan voice, choice dan ownership pada murid.

3)      Terus belajar untuk mengasah keterampilan saya dalam mengembankan program merdeka belajar yang benar benar memerdekakan murid belajar sesuai bakat, minat, dan kebutuhan murid.

 

Demikian sekilas artikel refleksi aksi nyata program berdampak pada Murid, masukan dan saran bapak ibu semua adalah aharapan saya untuk penyempurnaan pada masa mendatang

Wasslamualaikum warrahmatullai wabbarakatuhu. . . .

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dokumentasi

1.        Jumat bersih dan sehat (gerakan sadar kebersihan)

 




 

 

2.       Sarapan Bersama (Satu Rasa)

    



 

3.       Siaga Apel Pagi





 

AKSI NYATA modul 3.3.a.10 Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid

  AKSI NYATA MODUL 3.3.a.10 PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID   OLEH SUWARNO,S.Pd CGP ANGKATAN 4 KAB. MELAWI   Tuj...