AKSI NYATA MODUL 3.3.a.10
PENGELOLAAN
PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID
OLEH
SUWARNO,S.Pd
CGP
ANGKATAN 4 KAB. MELAWI
Tujuan Pembelajaran Khusus:
1. CGP dapat
menjalankan rancangan program/kegiatan
yang dibuat di tahapan koneksi antarmateri
2. CGP membuat
dokumentasi pelaksanaan program/kegiatan
dalam bentuk e-portfolio.
بسم
الله الرحمن الرحيم
Asslamualaikum warrahmatullahi wabbarakatuhu
Salam Semangat dan Bahagia buat pembaca dan
khususnya buat bapak ibu guru di seluruh Nusantara. Guru Bergerak Indonesia
Maju
Pada Kesempatan kali ini saya mencoba menuliskan
artikel mengenai praktik baik berbagi aksi nyata modul 3.3 mengenai program
yang berdampak pada murid. Salah satu program yang saya tulis adalah budaya
positif “Siaga Apel Pagi”. Program ini kami laksanakan di SMPN 4 Tanah Pinon
Barat Kec. Tanah Pinoh Barat Kab. Melawi. Artikel ini saya tulis sebagai bentuk
refleksi aksi nyata dengan panduan kerangka 4F (Facts, Feelings, Findings, dan
Future).
1.
Facts (Peristiwa)
Menurut
filosofi KHD bahwa Pendidikan Budi Pekerti atau Karakter, yaitu bulatnya jiwa
manusia, bersatunya gerak pikiran, perasaan, dan kehendak atau kemauan yang
akan menumbuhkan energi jiwa manusia sebagai makhluk individu dan sosial dan
dapat memerintah atau menguasai dirinya sendiri , mulai dari gagasan, pikiran,
atau angan-angan hingga menjadi tindakan. Ki Hadjar menyebutnya sebagai manusia
yang beradab dan itulah tujuan Pendidikan Indonesia secara garis besar
(Sugiarta, Mardana, Adiarta, & Artanayasa, 2019). Maka dipandang perlu
mengembangkan karakter anak yang sangat penting adalah mandiri, percaya diri,
dan tanggung jawab. tidak dapat dipungkiri bahwa kemampuan publik speaking
meruapakan salah satu karakter terpenting dalam meningkatkan pembelajaran sosial
emosional (PSE) yaitu mampu berkomunikasi secara asertif.
Banyak
ditemukan hampir disemua sekolah yang menjadi masalah utama pembelajaran adalah
rasa percaya diri anak ketika harus tampil didepan, sering kita temui ada anak
yang cerdas akademisnya namun publik speakingnya rendah sehingga malu ketika
tampil didepan, ada juga karakter anak yang kecerdasan akademiknya biasa saja,
namun memiliki rasa percaya diri tinggi dan mampu berbicara di depan publik
dengan bahasa yang baik. harapan saya
melalui program ini yang saya beri nama "Siaga Apel Pagi" dapat
meningkatkan keterampilan anak berkomunikasi dan meningkat rasa percaya diri,
menciptakan lingkungan yang positif melalui habituasi program yang berdampak
pada anak. skenario program apel pagi
adalah dengan melibatkan anak sepenuhnya sebagai petugas apel, dan melatih
kemandirian dan tanggung jawab mereka terhadap kesepakatan yang telah dibuat,
setiap pemimpin barisan menghitung jumlah murid yang hadir dan tidak hadir
untuk dilaporkan kepada pemimpin apel, tugas pemimpin apel adalah memberi
semangat berupa yel yel, tepuk PPK, salam PPK, dan ice break lainya yang
dipilih oleh pemimpin, pemimpin dihari ini akan menentukan petugas hari esok
sesuai sesuai syarat salah satunya petugas harus bergiliran, selanjutnya ada
dirigen yang memimpin salah satu lagu nasional atau lagu indonesia raya, dilakukan
begitu seterusnya secara rutin.
Salah
satu masalah disekolah saya SMPN 4 Tanah pinoh barat adalah rasa malu ketika
tampil di depan, kurang percaya diri, baik ketika belajar dikelas, diskusi,
tanya jawab dan presentasi di depan kelas dan cenderung pasif. Berbagai upaya
sudah mulai dilaksanakan salah satunya yang pernah saya lakukan adalah meminta
anak membuat catatan kecil di kertas yang saya bagikan, catatan itu berkenaan
dengan perasaan anak ketika belajar, materi mana yang belum dipahami, apa yang
perlu diperbaiki dipemebalajaran berikutnya. anak menuliskan gagasanya, namun
ketika diminta untuk membaca didepan mereka malu dan sebagaian menolak.
Selanjutnya bersama komunitas guru dan rekan sejawat, saya meminta tanggapan
mengenai program apel pagi setiap hari
yang dipimpin oleh OSIS dan anggotanya, rekan sejawat dan kepala sekolah setuju.
Di
aksi nyata ada beberapa program yang telah kami laksanakan terkait kegiatan PGP
diantaranya, Siaga Apel Pagi, Gerakan
sadar kebersihan (Jumat bersih dan sehat), sarapan bersama “Satu Rasa”, les
komputer gratis, ekstra kurikuler tari, dan cinta lingkungan dengan menanm
pohon produktif. Namun saya memilih program Siaga Apel Pagi. Alasan saya
mengapa memilih program ini adalah, program ini dilaksanakan setiap hari
kecuali hari senin, melibatkan student agency dalam pelaksanaanya, lebih
berdampak pada murid, melatih sikap percaya diri dalam mewujudkan profil
pelajar pancasila, dan membentuk karakter murid yang berbudi pekerti luhur
melibatkan pembelajaran sosial emosional yang mampu menajamkan rasa, karsa dan
cipta murid.
Hasil dari Aksi Nyata yang dilakukan
Hasilnya setelah program berlansung
kurang lebih 1 bulan, terlihat sekali adanya perubahan sikap yang lebih
disiplin dan percaya diri pada murid, terutama pada beberapa murid yang selama
ini pemalu, pasif, kurang bersosialisasi, publik speaking yang kurang baik, dan
kurang rasa peduli. Setelah program
Siaga Apel Pagi dilaksanakan murid terlihat percaya diri dalam menyampaikan
ide, bertanya, kritis memberikan saran, lebih peduli dengan rekanya, cepat
merespon ketika ada rekan yang butuh pertolongan, datang kesekolah lebih awal,
memiliki rasa tanggung jawab tinggi, yang menjadi petugas apel selalu
menyiapkan diri dengan baik.
Dokumentasi
Aksi Nyata “Siaga Apel Pagi”
Link
drive video https://drive.google.com/file/d/197O4NYacXUUY8pnglvW_JFfxaO953pI6/view?usp=sharing
2.
Feelings (Perasaan)
Persaan saya ketika dan setelah aksi
nyata dilaksanakan sangat optimis, antusias dan penuh semangat serta keyakinan,
bahwa program ini adalah salah satu budaya positif yang mungkin bisa dibagi
praktik baiknya dengan sekolah lainnya. Saya merasa menjadi pendidik yang
beruntung karena dapat memberi sedikit manfaat dan perubahan yang nyata
disekolah.
3.
Findings (Pembelajaran)
Pembelajaran yang saya dapatkan
setelah aksi nyata modul 3.3 pengelolaan pembelajaran yang berdampak pada murid
adalah munculnya ide dan gagasan baru yang dapat saya tuangkan dalam program
pembelajaran intrakurikuler, ko kurikuler, dan ekstrakurikuler, merancang
program dengan alur BAGJA, membuat keputusan dengan paradigma yang tepat dan
dilakukan melalui 9 langkah penting, menemu kenali 7 aset utama yang dijadikan
pendukung utama menjalankan program serta melaksanakan aksi sebagai wujud
implementasi perencanaan, melakukan refleksi dan perbaikan. Proses itu semua
sangat menyenangkan dan sudah menjadi rutinitas buat saya. Lebih bisa
mengendalikan emosi, mengenal murid lebih dekat tentang dunianya, dan
berasaskan keberpihakan murid dalam setiap proses pembelajaran
4.
Future (Penerapan ke Depan)
Rencana perbaikan dimasa mendatang
1) Bersama rekan sejawat dan
komunitas guru melakukan identifikasi dan analisis yang tepat terhadap aset
potensial sekolah, menyusun kegiatan apel pagi dengan aktivitas yang menarik
berdasarkan minat murid, misalkan dengan membaca puisi, pantung, atau pidato,
2) Menyusun program
pembelajaran intra, ko dan ekstra secara seimbang dan selaras berdasarkan
kepemimpinan murid sebagai student agency dengan memperhatikan voice, choice
dan ownership pada murid.
3) Terus belajar untuk mengasah
keterampilan saya dalam mengembankan program merdeka belajar yang benar benar
memerdekakan murid belajar sesuai bakat, minat, dan kebutuhan murid.
Demikian
sekilas artikel refleksi aksi nyata program berdampak pada Murid, masukan dan
saran bapak ibu semua adalah aharapan saya untuk penyempurnaan pada masa
mendatang
Wasslamualaikum
warrahmatullai wabbarakatuhu. . . .
Dokumentasi
1.
Jumat
bersih dan sehat (gerakan sadar kebersihan)
2. Sarapan Bersama (Satu Rasa)
3. Siaga Apel Pagi
.png)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar
terima kasih