Jumat, 27 Mei 2022

Koneksi Antar Materi modul 3.2.a.9 Pemimpin Pembelajaran Dalam Mengelola Sumber Daya

Tagihan 3.2.a.9 Koneksi antar materi

Pemimpin Dalam Pengelolaan Sumber Daya

Oleh SUWARNO,S.Pd

CGP Angkatan 4 Kab . Melawi

Fasilitator                                         : Slamet Murip, M.Pd

Pendamping Praktik : Muhammad Firman,S.Pd

 

I.           Tujuan Pembelajaran Khusus  

  1. CGP mampu menghubungkan materi modul ini dengan modul-modul yang didapatkan sebelumnya.
  2. CGP mampu membuat rencana perubahan secara rinci dengan menggunakan format BAGJA.

II.        Sintesis Materi

1.        Pada sesi pembelajaran kali ini, Anda diberikan tantangan untuk membuat kesimpulan dan juga koneksi antara semua materi yang telah diberikan dalam modul ini dengan materi lainnya selama mengikut proses Pelatihan Guru Penggerak.

2.       Buatlah kesimpulan tentang apa yang dimaksud dengan ‘Pemimpin Pembelajaran  dalam Pengelolaan Sumber Daya’ dan bagaimana Anda bisa mengimplementasikannya di dalam kelas, sekolah, dan masyarakat sekitar sekolah.  

3.       Jelaskan dan berikan contoh bagaimana hubungannya pengelolaan sumber daya yang tepat akan membantu proses pembelajaran murid menjadi lebih berkualitas.  

4.      Berikan beberapa contoh bagaimana materi ini juga berhubungan dengan materi lain yang Anda dapatkan sebelumnya selama mengikuti proses Pelatihan Guru Penggerak.

5.       Ceritakan pula bagaimana hubungan antara sebelum dan sesudah Anda mengikuti pelatihan terkait modul ini, serta pemikiran apa yang sudah berubah di diri Anda setelah Anda mengikuti proses pembelajaran dalam modul ini.

6.      Komunikasikan hasil kesimpulan Anda dengan cara apapun yang bisa Anda pilih sendiri. Unggahlah bagan atau artikel ini sesuai petunjuk dibagian bawah.

III.                Rancangan tindakan

1.        Buatlah rencana kecil perubahan yang akan Anda lakukan pada diri Anda yang berkaitan dengan materi dalam modul ini dan mengimplementasikan pendekatan Pengembangan Komunitas Berbasis Aset.

2.       Lakukan perubahan kecil yang berdampak dalam lingkup kelas Anda.  Di sini Anda akan berlatih membuat rangka perubahan dalam lingkup kelas Anda sendiri sebelum masuk ke lingkup yang lebih besar, yaitu sekolah pada modul selanjutnya.

3.       Rencanakan prakarsa yang bisa dipastikan akan Anda laksanakan, dengan jangka waktu yang optimal bagi Anda, dan tentunya Anda dapat mengestimasi apa dampak dari rencana ini bagi murid Anda.

4.      Anda dapat mengingat kembali video yang disaksikan pada sesi Elaborasi Pemahaman sebelumnya.

5.       Gunakanlah format BAGJA atau 5 D (Define, Discovery, Dream, Design, Destiny/Deliver) yang sudah dipelajari pada modul 1.3.  Anda dapat mengunggah rencana perubahan kecil ini pada tautan berikut ini.

6.      Sebagai pengingat apa itu yang akan Anda gunakan, saksikan video tayangan berikut ini. (video BAGJA Materi Modul 1.3)

Bismillahirrahmanirrahim

Asslamualaikum warrahmatullahi wabbarakatuhu 

Salam Sehat untuk pembaca yang budiman,  jumpa lagi di blog sederhana blog MasArno.com. Pada kesempatan kali ini ijinkan kami berbagi terkait tugas pelatihan guru penggerak. Adapun tugas yang dapat kami bagikan yaitu tugas modul 3.2.a.9 Koneksi Antar Materi Modul 3.2 Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya.

Berdasarkan tujuan pembelajaran khusus yang akan kami capai, mari mengulas terlebih dahulu hubungan antar modul sebelumnya diawali dari modul 1 tentang Paradigma dan Visi Guru Penggerak, modul 2 tentang pembelajaran berdiferensiasi dan coaching dan modul 3 tentang Pemimpin pembelajaran dalam pengembangan Sekolah.

 

Modul 3.2 ini bersisikan tentang bagaimana memimpin pembelajaran dengan mengelola aset utama yang dapat menunjang pembelajaran disekolah. Terdapat 7 aset utama yang dapat dijadikan kekuatan untuk mengembangkan sekolah menjadi lebih baik dalam mewujudkan profil pelajar pancasila. Ketujuh aset tersebut terdiri dari 1) aset Manusia (SDM), 2) Aset Sosial, 3) Aset Fisik/Sarana 4) Aset Alam/Lingkungan 5) Aset Finansial (Keuangan), 6) Aset Politik, 7) Aset Agama dan Budaya. Sebagai seorang pemimpin baik di kelas maupun di sekolah, kita harus mampu mengidentifikasi dan mengelola segala sumber daya (aset) yang dimiliki oleh sekolah untuk dapat dijadikan sebagai keunggulan sekolah dalam rangka mendukung perwujudan visi dan misi sekolah. Menjadikan kekuatan sebagai sumber utama agar kelemahan dan kekurangan menjadi tidak relevan.

 

DokPri. Dewan Guru SMPN 4 Tanah Pinoh Barat

Hubungan dengan modul 1.1 tentang Filosofi KHD tentang pendidikan dan pengajaran “ Pendidikan dan Pengajaran merupakan usaha persiapan untuk segala kepentingan hidup manusia, dalam lingkup seluas luasnya”. Menurut KHD tujuan Pendidikan adalah “menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggitingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat”. Maka, dalam mengidentifikasi aset perlu kiranya dijadikan dasar adalah memperhatikan kodrat anak dalam belajar yaitu kodrat alam dan kodrat zaman, sehingga keputusan dalam menyusun program nantinya benar benar berdampak pada anak.

Description: C:\Users\GC\Downloads\nilai guru penggerak.JPGHubungan dengan modul 1.2 tentang nilai dan guru sebagai manusia seutuhnya, guru diharapkan memiliki komptensi pedagogik, profesional  dan sosial yang baik. Tugas utama guru adalah menuntun kodrat anak. Salah satu peran penting Guru adalah sebagai pemimpin pembelajaran yang mampu mewujudkan profil pelajar pancasila.

 

Hubungan dengan modul 1.3. tentang visi dan tujuan guru penggerak. Seorang pemimpin harus memiliki visi dan misi yang jelas, terarah dan memiliki startegi dalam mencapai visi tersebut. Dalam menyusun dan merencakana visi dan misi tidak terlepas dari apa yang disampaikan KHD yaitu “Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.” Dalam membuat rencana aksi maka diperlukan strategi atau metode yang tepat, menggunakan pendekatan Inkuiri Apresiatif melalui alur BAGJA ( Buat pertanyaan – Ambil Pelajaran – Gali Mimpi – Jabarkan rencana – Atur eksekusi).

 

Description: C:\Users\GC\Downloads\228964-1627440760.jpegHubungan dengan Modul 1.4 tentang Budaya Positif. Jika mengulas tentang tujuan pendidikan, untuk menuntun kekuatan kodrat anak-anak, agar mereka dapat……”. Makna kata mereka dapat adalah anak anak bisa menciptakan, diatur, di disiplinkan dan dibentuk budi pekertinya menjadi pelajar berprofil pancasila. Proses pembentukan itu melalui pembiasaan yang kemudian menjadi budaya positif disekolah, yang pada akhirnya pembiasaan atau habituasi itu melekat pada diri anak-anak yang kelak bisa menjadi bekal hidup mereka di masa depan.

 

Description: C:\Users\GC\Downloads\sosio emosio.jpgHubungan dengan modul 2.1 tentang pembelajaran berdifereniasi yang berpihak pada murid. Sebagai pemimpin pembelajaran dikelas maupun disekolah seorang guru memiliki tanggung jawab penuh terhadap pembelajaran yang bermakna untuk anak-anak disekolah. Pembelajaran yang berdiferensiasi adalah pembelajaran yang mampu mengembangkan potensi anak sesuai kodratnya (kodrat alam dan kodrat zaman).

Hubungan dengan modul 2.2 tentang  pembelajaran sosial dan emosional. Pembelajaran ini sosial dan emosional berisi keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan anak untuk dapat bertahan dalam masalah sekaligus memiliki kemampuan memecahkannya, juga untuk mengajarkan mereka menjadi orang yang baik untuk mencapai keselamatan dan kebahgiaan yang setinggi tingginya. Dengan kematangan sosial dan emosional yang baik diharapkan nantinya guru dan anak anak disekolah memiliki adab dan budi pekerti yang luhur. Pembelajaran Sosial Emosional  dapat diterapkan dalam kelas melalui pembiasaan pengenalan emosi diri, melalui penerapan ice breaking dan memungkinkan pembelajaran yang dilaksanakan diluar kelas sesuai kesepakatan kelas.

Hubungan dengan modul 2.3 tentang kemampuan Coaching. Salah satu peran utama guru adalah kemampuan melakukan coaching dengan murid, rekan sejawat atau warga sekolah lainya. Setelah mampu mengenali dan mendalami pembelajaran sosial dan emosional maka  metode pendekatan coaching dalam menggali potensi sangat penting, coaching berprinsip dengan menjalin mitra dengan coachee. Kemampuan melakukan coaching merupakan salah satu aset utama dalam mengembangkan sumber daya manusia. Melalui penerapan coaching itu artinya guru sudah mampu MENUNTUN mengembangkan potensi anak sesuai kodratnya.

Hubungan dengan modul 3.1 keputusan pemimpin pembelajaran. Pada modul ini seorang pemimpin sudah mendalami bagaimana caranya mengambil sebuah keputusan dengan sebaik-baiknya ketika berada dalam situasi dilema etika dan bujukan moral. Agar terhindar dari pengambilan keputusan yang salah maka diperlukan  langkah yang harus dilewati ketika mengambil dan menguji keputusan. Dalam pengelolaan sumber daya/aset juga dibutuhkan kemampuan seorang pemimpin dalam mengambil keputusan saat melaksanakan pengelolaan sumber daya yang dimiliki, yang demikian itulah maksud dari tujuan pendidikan yang cetuskan oleh KHD. Diharapkan setiap pemimpin pembelajaran dapat membuat keputusan yang tepat untuk kepentingan murid.

Pada modul 3.2 dalam mengidentifikasi kekuatan yang dimiliki. Sekolah sebagai organsiasi dianalogikan sebuah ekosistem.  Ekosistem yang saling  berinteraksi antara faktor biotik (unsur yang hidup) dan abiotik (unsur yang tidak hidup). Kedua unsur ini saling berinteraksi satu sama lainnya sehingga mampu menciptakan hubungan yang selaras dan harmonis. Dalam ekosistem sekolah, faktor-faktor biotik akan saling memengaruhi dan membutuhkan keterlibatan aktif satu sama lainnya. 

Description: D:\DOk PGP\modul 3\3.2\IMG_20220518_061531.jpgDescription: D:\DOk PGP\foto 17-21\IMG_20210817_083609.jpg

 

Faktor-faktor biotik yang ada dalam ekosistem sekolah antara lain Kepala Sekolah, Guru, Staf/Tenaga Kependidikan, Pengawas Sekolah, Murid,  Orang Tua, dan Masyarakat sekitar sekolah.

Selain faktor-faktor biotik yang sudah disebutkan, faktor-faktor abiotik yang juga berperan aktif dalam menunjang keberhasilan proses pembelajaran. Faktor abiotik yang ada dalam ekosistem sekolah antara lain Keuangan (Dana Bos, Komite, Sponsor), Sarana dan prasarana (gedung sekolah, halaman, lahan kebun, alat alat TIK, LAB, Perputakaan)

Dalam rangka mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada murid, sekolah akan berhasil jika mampu memandang segala aset (sumber daya) yang dimiliki sebagai sebuah keunggulan, dan menjadikan kekurangan tidak relevan dengan kondisi sekolah. Sekolah akan berfokus pada pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya yang dimiliki tanpa lebih banyak memikirkan pada sisi kekurangan yang ada. Dalam pengelolaan sumber daya yang dimiliki oleh sekolah ada 2 pendekatan yang dapat dilakukan yaitu:

1.       Pendekatan berbasis kekurangan/masalah (Deficit-Based Thinking). Pendekatan ini akan memusatkan perhatian kita pada apa yang mengganggu, apa yang kurang, dan apa yang tidak bekerja. Segala sesuatunya akan dilihat dengan cara pandang negatif. Kita harus bisa mengatasi semua kekurangan atau yang menghalangi tercapainya kesuksesan yang ingin diraih. Semakin lama, secara tidak sadar kita menjadi seseorang yang terbiasa untuk merasa tidak nyaman dan curiga yang ternyata dapat menjadikan kita buta terhadap potensi dan peluang yang ada di sekitar.

2.       Pendekatan berbasis aset (Asset-Based Thinking) adalah sebuah konsep yang dikembangkan oleh Dr. Kathryn Cramer, seorang ahli psikologi yang menekuni kekuatan berpikir positif untuk pengembangan diri. Pendekatan ini merupakan cara praktis menemukan dan mengenali hal-hal yang positif dalam kehidupan, dengan menggunakan kekuatan sebagai tumpuan berpikir, kita diajak untuk memusatkan perhatian pada apa yang bekerja, yang menjadi inspirasi, yang menjadi kekuatan ataupun potensi yang positif.  

Kesimpulan saya: Pendekatan berbasis aset atau PKBA (pengembangan komunitas berbasis aset) merupakan paradigma positif yang digunakan dalam mengembangkan potensi potensi aset lokal berdasarkan kekuatan yang dimiliki dengan cara mengidentifikasi dan menganalisis aset utama untuk dijadikan modal pengembangan berdasarkan kemandirian, inovasi dan kreatif.

Rancangan Tindakan dengan format B-A-G-J-A

Sebagai persiapan melakukan Aksi Nyata tersebut, buatlah rancangan sederhana dengan mengisi bagan berikut: 

PRAKARSA PERUBAHAN

Tahapan

Pertanyaan

Daftar tindakan/ riset/ penyelidikan yang perlu dilakukan untuk mendapatkan jawaban

B-uat pertanyaan (Define)

  • Membuat pertanyaan utama yang akan menentukan arah investigasi kekuatan/potensi/ peluang;
  • Menggalang atau membangun koalisi tim perubahan

1.        Bagaimana cara memanfaatkan alat TIK disekolah untuk murid?

1.        melakukan diskusi bersama rekan sejawat dan kepala sekolah dalam memetakan aset TIK.

2.        Membuat daftar list prioritas pemanfaatan alat alat komputer untuk belajar murid

A-mbil pelajaran (Discover)

  • Menyusun pertanyaan lanjutan untuk menemukenali kekuatan/potensi/ peluang lewat investigasi;
  • Menentukan bagaimana cara kita menggali fakta, memperoleh data, diskusi kelompok kecil/besar, survei individu, multi unsu.

1.        Alat TIK apa saja yang dimiliki sekolah?

2.        Berapa jumlah alat komputer yang dapat dimanfaatkan?

3.        Program belajar apa yang akan diberikan kepada murid

4.       Apa manfaat bagi anak jika mengikuti bimbel TIK

1.        Mendata jumlah chrome book dan tab advan.

2.        Jumlah chrombook 15 unit, tab advan 25 unit, 1 PC, 3 laptop dan 1 proyektor dan 1 modem.

3.        Pembelajaran tambahan berupak bimbel ms. Word dan ms. Excel

4.       Pemanfaatan cbt offline untuk penilaian (ulangan harian, asesmen semester, dan USBN)

5.         Diharapkan anak-anak semakin termotivasi untuk belajar

G-ali mimpi (Dream)

  • Menyusun deskripsi kolektif bilamana inisiatif terwujud;
  • Mengalokasikan kesempatan untuk berproses bersama, multiunsur (kapan, di mana, siapa saja).

1.        Mengharapkan anak anak mampu mengetik, membuat dokumen di  word, membuat laporan dalam bentuk tabel, dan terbiasa dengan bekerja surat menyurat dikomputer,

2.        Menguasai teknologi sederhana dan tidak kalah bersaing jika nantinya mereka sekolah di Kota kabupaten.

3.        Memimpikan semua unsur baik guru dan warga masyarakat ikut serta dalam bimbel TIK serta dapat mendampingi dalam bimbingan

1.        Menyusun jadwal kegiatan bimbel

2.        Menyediakan modul atau bahan ajar

3.        Menyusun daftar hadir

4.       Menyusun jadwal guru dalam bimbingan

J-abarkan rencana (Design)

  • Mengidentifikasi tindakan konkret yang diperlukan untuk menjalankan langkah-langkah kecil sederhana yang dapat dilakukan segera,dan langkah berani/terobosan yang akan memudahkan keseluruhan pencapaian;
  • Menyusun definisi kesuksesan pencapaian

Langkah pertama adalah mengidentifikasi laptop atau komputer yang siap digunakan, kedua menentukan ruangan yang akan digunakan untuk bimbel, ketiga menyusun kelompok murid untuk bimbel (kelompok berdasarkan zonasi murid, jenis kelamin, kelas dan kesempatan waktu mengikuti les bimbel), mengatur  jadwal pertemuan dan pendamping bimbel (dilaksanakan pada sore hari 15.30 – 17.00).  Membuat kesepakatan bersama untuk mewujudkan program agar sukses dan kontinyu.

A-tur eksekusi (Deliver)

  • Menentukan siapa yang berperan/ dilibatkan dalam pengambilan keputusan;
  • Mendesain jalur komunikasi dan pengelolaan rutinitas (misal: SOP, knowledge management, monev/refleksi)

 Yang terlibat dalam program ini adalah kepala sekolah sebagai penanggung jawab, guru sebagai relawan bimbel, dan komite sebagai wadah komunikasi antar orang tua siswa dan sekolah.

 

Demikian Ulasan saya dalam koneksi antar materi modul 3.2 Pemimpin pembelajaran dalam pengelolaan sumber daya. Kritik dan saran berupa komentar sangat saya harapkan demi penyempurnaan dimasa depan.

Wassalamualaikum warrahmatullahi wabbarakatuhu….

 

  

Minggu, 08 Mei 2022

RPP KSE Bersbasis PSE

 RPP BERDIFERENSIASI BERBASIS PSE DAN KSE

Nama Sekolah                                   : SMPN  4 Tanah Pinoh Barat

Mata Pelajaran                                  : IPA

Kelas/Semester                                                : VII/Genap

Kompetensi Dasar                          : 3.8 dan 4.8

Materi                                                  : Pencemaran Lingkungan

 

A.      Kompetensi Inti

1.        Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.

2.       Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.

3.       Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

4.      Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori.

 

B.      Kompetensi Dasar dan Indikator

KI

Kompetensi Dasar

Indikator Pencapaian Kompetensi

3

3.8 Menganalisis terjadinya pencemaran lingkungan dan dampaknya bagi ekosistem

3.8.3         Menjelaskan pengertian pencemaran air

3.8.4         Menyelidiki pengaruh air jernih dari air tercemar terhadap kondisi (pergerakan) ikan.

 

4

4.8  Membuat tulisan tentang gagasan penyelesaian masalah pencemaran dilingkungan berdsarkan hasil pengamatan

4.8.1          Membuat gagasan tertulis tentang bagaimana mengatasi dan mengurangi pencemaran air

 

 

C.      Tujuan Pembelajaran

1.        Melalui penyelidikan peserta didik dapat menjelaskan pengertian pencemaran air secara tepat

2.       Melalui penyelidikan peserta didik dapat menjelaskan pengaruh air jernih dan tercemar terhadap kondisi pergerakan ikan

 

D.     Materi Pencemaran Air

1)       Pencemaran air, yaitu masuknya makhluk hidup, zat, energi atau komponen lain ke dalam air, sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya.

2)       Air dikatakan tercemar apabila air itu sudah berubah, baik warna, bau, derajat keasamannya (pH), maupun rasanya. Dengan kata lain, air tercemar apabila terjadi penyimpangan sifat-sifat air dari keadaan normalnya.

3)       Pencemaran air dapat terjadi pada sumber mata air, sumur, sungai, rawa-rawa, danau, dan laut. Bahan pencemaran air bisa berasal dari limbah industri, limbah rumah tangga, dan limbah pertanian.

4)      Faktor-Faktor Penyebab Pencemaran (Sumber Polutan) Air

a)       Limbah Industri

Air limbah industri cenderung mengandung zat berbahaya. Oleh karena itu, harus dicegah agar tidak dibuang ke saluran umum. Jenis limbah yang berasal dari industri dapat berupa limbah organik berbau, seperti limbah pabrik tekstil atau limbah pabrik kertas.

b)      Limbah Rumah Tangga

Limbah rumah tangga merupakan limbah yang berasal dari hasil samping kegiatan perumahan. Seperti rumah tangga, pasar, perkantoran, rumah penginapan (hotel), rumah makan, dan puing-puing bahan bangunan serta besi-besi tua bekas mesin-mesin atau kendaraan.

c)       Pertambangan Emas

Penambangan emas secara tidak terkendali dapat merusak ekosistem secara terus menerus, penggunaan bahan bakar, limbah air raksa, dan rusaknya aliran sungai yang bisa berdampak pada habitat air.

d)      Limbah Pertanian

Pertanian juga dapat berakibat terjadinya pencemaran air, terutama akibat dari penggunaan pupuk dan bahan kimia pertanian tertentu seperti insektisida, dan herbisida.

5)       Dampak Pencemaran Air

a)       Penurunan Kualitas Lingkungan

b)      Gangguan Kesehatan

c)       Pemekatan Hayati

d)      Mengganggu Pemandangan

e)      Mempercepat Proses Kerusakan Benda

6)      Cara Penanggulangan Pencemaran Air

a)       Pembuatan Kolam Stabilisasi

Dalam kolam stabilisasi, air limbah diolah secara alamiah untuk menetralisasi zat-zat pencemar sebelum air limbah dialirkan ke sungai.

b)      IPAL ( Instalasi Pengolahan Air Limbah)

Pengolahan ini dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu primary treatment (pengolahan pertama), secondary treatment (pengolahan kedua), dan tertiary treatment (pengolahan lanjutan).

c)       Pengelolaan Excrexta (Human Excreta)

Human excreta merupakan bahan buangan yang di keluarkan dari tubuh manusia, meliputi tinja (feses), dan air kencing (urine).  Pengelolaan excreta dapat dilakukan dengan menampung dan mengolahnya pada jamban atau septic tank yang ada di sekitar tempat tinggal, dialirkan ke tempat pengelolaan, atau dilakukan secara kolektif. Pengelolaan excreta dalam septic tank dapat diolah secara anaerobik menjadi biogas yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber gas untuk rumah tangga. Selain itu, pengelolaan excreta dengan tepat akan menjauhkan kita dari penyakit bawaan air.

Dalam meminimalisasi sampah hasil limbah rumah tangga khususnya, dapat dilakukan upaya pengurangan sampah sebagaimana disebutkan oleh Kistinnah (2009) bahwa cara menangani limbah cair dan padat diharapkan tidak menyebabkan polusi dengan prinsip ekologi yang dikenal istilah 4R, yaitu

§  Recycle (pendaur ulangan),

§  Reuse (penggunaan Ulang),

§  Reduce,

§  Repair.

Kegiatan

Kegiatan Pembelajaran

Alokasi Waktu

Pendahuluan

1.        Memberi salam . . .

2.       Menyiapkan psikologi dan fisik murid (laporan kelas) untuk mengikuti proses pembelajaran dengan mengecek kehadiran kebersihan, kerapihan, dan ketertiban, dilanjutkan dengan berdoa. (KSE: Kesadaran diri).

3.       Melakukan ice breaking ( 3 menit).

4.      Meyampaikan kesepakatan kelas dan meminta murid untuk menuliskan kesepakatan yang dikehendaki. (KSE: Keputusan bertanggung jawab)

5.       Menyiapkan murid untuk sejenak melakukan teknik STOP dengan pernapasan kurang lebih 2 menit. (KSE: pengelolaan diri)

6.      Memberikan apersepsi dengan bertanya kepada murid  “bagaimana kondisi air di sekitar lingkungan kamu?

7.       Memotivasi murid dengan menunjukkan gambar aliran sungai kepada  murid. Dan bertanya

1.        Apabila Ananda ingin mengambil air untuk keperluan Anda sehari hari, sumber air manakah yang akan Anda pilih (gambar A atau gambar B)? Mengapa? Jelaskan jawaban Anda boleh secara langsung, atau tuliskan di selembar kertas!

Description: C:\Users\GC\Downloads\air bersih.jpg

Description: Tak Punya Sumber Air Bersih, Warga Dua Kecamatan di Lebak Banyak Pakai Air  Sungai Ciberang - Banten Raya

2.       Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari yaitu definisi pencemaran air dan dampaknya

3.       Menyampaikan kepada murid nilai yang diperoleh setelah mempelajari bab ini

15 menit

Kegiatan Inti

Discovery Learning

4.      Stimulation (stimulasi/pemberi rangsangan)

-      Guru meminta murid untuk membentuk kelompok

-      Guru meminta murid mengamati dan menyimak gambar dan video yang berkaitan dengan pencemaran air yang ada di dalam tab advan.

5.       Problem statement (pernyataan/identifikasi masalah)

Guru memberikan kesempatan kepada murid untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin masalah yang berkaitan dengan pencemaran air, hingga murid dapat berfikir dan bertanya contohnya :

-          Apa dampak bagi kesehatan jika terjadi pencemaran?

-          Apa  faktor-faktor penyebab terjadinya pencemaran air?

-          Bagaimana cara mengatasi masalah pencemaran air tersebut?

-          Bagaimana kehidupan biota air yang hidup di perairan tersebut?

6.      Data collection (pengumpulan data)

Murid mengumpulkan informasi yang relevan untuk menjawab pertanyaan yang telah diidentifikasi melalui :

-      Melakukan percobaan dengan bantuan LKPD mengenai dampak pencemaran air untuk mendapatkan data tentang pengaruh air jernih dan tercemar terhadap kondisi (pergerakan) ikan

-      Mencatat data pada kolom pengamatan

7.       Data processing (Mengolah data)

Murid dan kelompoknya mengolah data hasil pengamatan

8.      Verification (pembuktian)

-      Murid mendiskusikan hasil pengamatannya dan memverifikasi hasil pengamatannya dengan data-data atau teori pada buku sumber belajar,

-      Guru meminta kelompok yang sudah siap untuk mengemukakan hasil diskusinya, baik secara lisan, presentasi, atau tulisan

-      Murid dalam kelompok lain dapat memberikan tanggapan atau masukan apabila diperlukan

-      Mendiskusikan kemudian menyimpulkan tentang permasalahan yang diberikan oleh guru

9.      Generalization (menarik kesimpulan)

Guru bersama murid menyimpulkan hasil percobaan dan diskusi, tentang menyimpulkan dampak pencemaran air dan cara mengatasi dan menanggulangi pencemaran air

100’

Penutup

10.    Guru memfasilitasi murid membuat kesimpulan mengenai pengertian pencemaran air, dampak pencemaran air dan cara mengatasi pencemaran air

11.     Guru memberitahukan kegiatan belajar yang akan dikerjakan pada pertemuan berikutnya, yaitu pencemaran udara. Meminta murid untuk membuat project poster menangulangi pencemaran air sungai.

12.    Guru memberi umpan balik murid dalam proses dan hasil pembelajaran dengan cara memberikan quiz secara lisan.

10’

 

 

E.      Penilaian

1.        Instrumen Penilaian Sikap Spiritual dan Sosial

Petunjuk:

a.       Amati perkembangan sikap siswa menggunakan instrumen jurnal pada setiap pertemuan.

b.      Isi jurnal dengan menuliskan sikap atau perilaku siswa yang menonjol, baik yang positif maupun yang negatif. Untuk siswa yang pernah memiliki catatan perilaku kurang baik dalam jurnal, apabila telah menunjukkan perilaku (menuju) yang diharapkan, perilaku tersebut dituliskan dalam jurnal (meskipun belum menonjol).

No.

Waktu

Nama Peserta didik

Catatan perilaku

Butir sikap

TTD

Tindak lanjut

1.         

 

 

 

 

 

 

2.         

 

 

 

 

 

 

3.         

 

 

 

 

 

 

4.        

 

 

 

 

 

 

 

 

 

F.       Instrumen Penilaian Pengetahuan

Contoh instrumen Penilaian Pengetahuan

Indikator

Teknik/ Bentuk  Penilaian

Jenjang Penge tahuan

Contoh Instrumen

Kunci Jawaban

Skor

Pertemuan 2

1.8.3             

Menjelaskan pengertian pencemaran air

Tes Lisan

 

Sebutkan pengertian Pencemaran air?

 

Sebutkan 2 – 3 ciri ciri air bersih?

Sebutkan 2 – 3 ciri ciri air tercemar?

 

masuknya makhluk hidup, zat, energi atau komponen lain ke dalam air, sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya

 

3.8.4

Menyelidiki pengaruh air jernih dari air tercemar terhadap kondisi (pergerakan) ikan.

Tes lisan

C2

Gerakan apa yang mudah diamati jika ikan berada pada air yang tercemar

 

5

 

 

G.      Instrumen Penilaian Ketrampilan

Lembar penilaian kinerja

 

No

Ketrampilan yang dinilai

Rubrik

Skor

1.

Persiapan percobaan (menyiapkan alat dan bahan)

-         Menyiapkan seluruh alat dan bahan yang diperlukan

3

 

 

-         Menyiapkan sebagian alat dan bahan yang diperlukan

2

 

 

-         Tidak menyiapkan alat bahan yang diperlukan

1

2.

Pelaksanaan percobaan

-         Melakukan semua langkah kerja dengan tepat

4

 

 

 

-         Melakukan minimal delapan langkah kerja dengan tepat.

3

 

 

-         Melakukan enam langkah kerja dengan tepat

2

 

 

-         Melakukan empat langkah kerja dengan tepat.

1

3.

Kegiatan akhir percobaan

-         Membersihkan alat dengan baik

-         Membersihkan meja praktikum

-         Membuang sampah ke tempatnya

3

 

 

-         Ada 2 aspek yang tersedia

2

 

 

-         Ada 1 aspek yang tersedia

1

 

Nilai =

 

Waka Kurikulum                                                                                                                           Guru IPA

SMPN 4 tanah pinoh barat                                                                                     SMPN 4 Tanah Pinoh barat

 

 

Junardi,S.Pd.I                                                                                                                         SUWARNO,S.Pd

NIP.19880101 201903 1001                                                                                         NIP. 19870119 201903 1001

 

Mengesahkan,

Kepala SMPN 4 Tanah Pinoh Barat

 

 

 

Agustinus, S.Pd.K., M.Pd

NIP. 19870306 201502 1004

AKSI NYATA modul 3.3.a.10 Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid

  AKSI NYATA MODUL 3.3.a.10 PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID   OLEH SUWARNO,S.Pd CGP ANGKATAN 4 KAB. MELAWI   Tuj...