Jumat, 27 Mei 2022

Koneksi Antar Materi modul 3.2.a.9 Pemimpin Pembelajaran Dalam Mengelola Sumber Daya

Tagihan 3.2.a.9 Koneksi antar materi

Pemimpin Dalam Pengelolaan Sumber Daya

Oleh SUWARNO,S.Pd

CGP Angkatan 4 Kab . Melawi

Fasilitator                                         : Slamet Murip, M.Pd

Pendamping Praktik : Muhammad Firman,S.Pd

 

I.           Tujuan Pembelajaran Khusus  

  1. CGP mampu menghubungkan materi modul ini dengan modul-modul yang didapatkan sebelumnya.
  2. CGP mampu membuat rencana perubahan secara rinci dengan menggunakan format BAGJA.

II.        Sintesis Materi

1.        Pada sesi pembelajaran kali ini, Anda diberikan tantangan untuk membuat kesimpulan dan juga koneksi antara semua materi yang telah diberikan dalam modul ini dengan materi lainnya selama mengikut proses Pelatihan Guru Penggerak.

2.       Buatlah kesimpulan tentang apa yang dimaksud dengan ‘Pemimpin Pembelajaran  dalam Pengelolaan Sumber Daya’ dan bagaimana Anda bisa mengimplementasikannya di dalam kelas, sekolah, dan masyarakat sekitar sekolah.  

3.       Jelaskan dan berikan contoh bagaimana hubungannya pengelolaan sumber daya yang tepat akan membantu proses pembelajaran murid menjadi lebih berkualitas.  

4.      Berikan beberapa contoh bagaimana materi ini juga berhubungan dengan materi lain yang Anda dapatkan sebelumnya selama mengikuti proses Pelatihan Guru Penggerak.

5.       Ceritakan pula bagaimana hubungan antara sebelum dan sesudah Anda mengikuti pelatihan terkait modul ini, serta pemikiran apa yang sudah berubah di diri Anda setelah Anda mengikuti proses pembelajaran dalam modul ini.

6.      Komunikasikan hasil kesimpulan Anda dengan cara apapun yang bisa Anda pilih sendiri. Unggahlah bagan atau artikel ini sesuai petunjuk dibagian bawah.

III.                Rancangan tindakan

1.        Buatlah rencana kecil perubahan yang akan Anda lakukan pada diri Anda yang berkaitan dengan materi dalam modul ini dan mengimplementasikan pendekatan Pengembangan Komunitas Berbasis Aset.

2.       Lakukan perubahan kecil yang berdampak dalam lingkup kelas Anda.  Di sini Anda akan berlatih membuat rangka perubahan dalam lingkup kelas Anda sendiri sebelum masuk ke lingkup yang lebih besar, yaitu sekolah pada modul selanjutnya.

3.       Rencanakan prakarsa yang bisa dipastikan akan Anda laksanakan, dengan jangka waktu yang optimal bagi Anda, dan tentunya Anda dapat mengestimasi apa dampak dari rencana ini bagi murid Anda.

4.      Anda dapat mengingat kembali video yang disaksikan pada sesi Elaborasi Pemahaman sebelumnya.

5.       Gunakanlah format BAGJA atau 5 D (Define, Discovery, Dream, Design, Destiny/Deliver) yang sudah dipelajari pada modul 1.3.  Anda dapat mengunggah rencana perubahan kecil ini pada tautan berikut ini.

6.      Sebagai pengingat apa itu yang akan Anda gunakan, saksikan video tayangan berikut ini. (video BAGJA Materi Modul 1.3)

Bismillahirrahmanirrahim

Asslamualaikum warrahmatullahi wabbarakatuhu 

Salam Sehat untuk pembaca yang budiman,  jumpa lagi di blog sederhana blog MasArno.com. Pada kesempatan kali ini ijinkan kami berbagi terkait tugas pelatihan guru penggerak. Adapun tugas yang dapat kami bagikan yaitu tugas modul 3.2.a.9 Koneksi Antar Materi Modul 3.2 Pemimpin dalam Pengelolaan Sumber Daya.

Berdasarkan tujuan pembelajaran khusus yang akan kami capai, mari mengulas terlebih dahulu hubungan antar modul sebelumnya diawali dari modul 1 tentang Paradigma dan Visi Guru Penggerak, modul 2 tentang pembelajaran berdiferensiasi dan coaching dan modul 3 tentang Pemimpin pembelajaran dalam pengembangan Sekolah.

 

Modul 3.2 ini bersisikan tentang bagaimana memimpin pembelajaran dengan mengelola aset utama yang dapat menunjang pembelajaran disekolah. Terdapat 7 aset utama yang dapat dijadikan kekuatan untuk mengembangkan sekolah menjadi lebih baik dalam mewujudkan profil pelajar pancasila. Ketujuh aset tersebut terdiri dari 1) aset Manusia (SDM), 2) Aset Sosial, 3) Aset Fisik/Sarana 4) Aset Alam/Lingkungan 5) Aset Finansial (Keuangan), 6) Aset Politik, 7) Aset Agama dan Budaya. Sebagai seorang pemimpin baik di kelas maupun di sekolah, kita harus mampu mengidentifikasi dan mengelola segala sumber daya (aset) yang dimiliki oleh sekolah untuk dapat dijadikan sebagai keunggulan sekolah dalam rangka mendukung perwujudan visi dan misi sekolah. Menjadikan kekuatan sebagai sumber utama agar kelemahan dan kekurangan menjadi tidak relevan.

 

DokPri. Dewan Guru SMPN 4 Tanah Pinoh Barat

Hubungan dengan modul 1.1 tentang Filosofi KHD tentang pendidikan dan pengajaran “ Pendidikan dan Pengajaran merupakan usaha persiapan untuk segala kepentingan hidup manusia, dalam lingkup seluas luasnya”. Menurut KHD tujuan Pendidikan adalah “menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggitingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat”. Maka, dalam mengidentifikasi aset perlu kiranya dijadikan dasar adalah memperhatikan kodrat anak dalam belajar yaitu kodrat alam dan kodrat zaman, sehingga keputusan dalam menyusun program nantinya benar benar berdampak pada anak.

Description: C:\Users\GC\Downloads\nilai guru penggerak.JPGHubungan dengan modul 1.2 tentang nilai dan guru sebagai manusia seutuhnya, guru diharapkan memiliki komptensi pedagogik, profesional  dan sosial yang baik. Tugas utama guru adalah menuntun kodrat anak. Salah satu peran penting Guru adalah sebagai pemimpin pembelajaran yang mampu mewujudkan profil pelajar pancasila.

 

Hubungan dengan modul 1.3. tentang visi dan tujuan guru penggerak. Seorang pemimpin harus memiliki visi dan misi yang jelas, terarah dan memiliki startegi dalam mencapai visi tersebut. Dalam menyusun dan merencakana visi dan misi tidak terlepas dari apa yang disampaikan KHD yaitu “Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri. Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.” Dalam membuat rencana aksi maka diperlukan strategi atau metode yang tepat, menggunakan pendekatan Inkuiri Apresiatif melalui alur BAGJA ( Buat pertanyaan – Ambil Pelajaran – Gali Mimpi – Jabarkan rencana – Atur eksekusi).

 

Description: C:\Users\GC\Downloads\228964-1627440760.jpegHubungan dengan Modul 1.4 tentang Budaya Positif. Jika mengulas tentang tujuan pendidikan, untuk menuntun kekuatan kodrat anak-anak, agar mereka dapat……”. Makna kata mereka dapat adalah anak anak bisa menciptakan, diatur, di disiplinkan dan dibentuk budi pekertinya menjadi pelajar berprofil pancasila. Proses pembentukan itu melalui pembiasaan yang kemudian menjadi budaya positif disekolah, yang pada akhirnya pembiasaan atau habituasi itu melekat pada diri anak-anak yang kelak bisa menjadi bekal hidup mereka di masa depan.

 

Description: C:\Users\GC\Downloads\sosio emosio.jpgHubungan dengan modul 2.1 tentang pembelajaran berdifereniasi yang berpihak pada murid. Sebagai pemimpin pembelajaran dikelas maupun disekolah seorang guru memiliki tanggung jawab penuh terhadap pembelajaran yang bermakna untuk anak-anak disekolah. Pembelajaran yang berdiferensiasi adalah pembelajaran yang mampu mengembangkan potensi anak sesuai kodratnya (kodrat alam dan kodrat zaman).

Hubungan dengan modul 2.2 tentang  pembelajaran sosial dan emosional. Pembelajaran ini sosial dan emosional berisi keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan anak untuk dapat bertahan dalam masalah sekaligus memiliki kemampuan memecahkannya, juga untuk mengajarkan mereka menjadi orang yang baik untuk mencapai keselamatan dan kebahgiaan yang setinggi tingginya. Dengan kematangan sosial dan emosional yang baik diharapkan nantinya guru dan anak anak disekolah memiliki adab dan budi pekerti yang luhur. Pembelajaran Sosial Emosional  dapat diterapkan dalam kelas melalui pembiasaan pengenalan emosi diri, melalui penerapan ice breaking dan memungkinkan pembelajaran yang dilaksanakan diluar kelas sesuai kesepakatan kelas.

Hubungan dengan modul 2.3 tentang kemampuan Coaching. Salah satu peran utama guru adalah kemampuan melakukan coaching dengan murid, rekan sejawat atau warga sekolah lainya. Setelah mampu mengenali dan mendalami pembelajaran sosial dan emosional maka  metode pendekatan coaching dalam menggali potensi sangat penting, coaching berprinsip dengan menjalin mitra dengan coachee. Kemampuan melakukan coaching merupakan salah satu aset utama dalam mengembangkan sumber daya manusia. Melalui penerapan coaching itu artinya guru sudah mampu MENUNTUN mengembangkan potensi anak sesuai kodratnya.

Hubungan dengan modul 3.1 keputusan pemimpin pembelajaran. Pada modul ini seorang pemimpin sudah mendalami bagaimana caranya mengambil sebuah keputusan dengan sebaik-baiknya ketika berada dalam situasi dilema etika dan bujukan moral. Agar terhindar dari pengambilan keputusan yang salah maka diperlukan  langkah yang harus dilewati ketika mengambil dan menguji keputusan. Dalam pengelolaan sumber daya/aset juga dibutuhkan kemampuan seorang pemimpin dalam mengambil keputusan saat melaksanakan pengelolaan sumber daya yang dimiliki, yang demikian itulah maksud dari tujuan pendidikan yang cetuskan oleh KHD. Diharapkan setiap pemimpin pembelajaran dapat membuat keputusan yang tepat untuk kepentingan murid.

Pada modul 3.2 dalam mengidentifikasi kekuatan yang dimiliki. Sekolah sebagai organsiasi dianalogikan sebuah ekosistem.  Ekosistem yang saling  berinteraksi antara faktor biotik (unsur yang hidup) dan abiotik (unsur yang tidak hidup). Kedua unsur ini saling berinteraksi satu sama lainnya sehingga mampu menciptakan hubungan yang selaras dan harmonis. Dalam ekosistem sekolah, faktor-faktor biotik akan saling memengaruhi dan membutuhkan keterlibatan aktif satu sama lainnya. 

Description: D:\DOk PGP\modul 3\3.2\IMG_20220518_061531.jpgDescription: D:\DOk PGP\foto 17-21\IMG_20210817_083609.jpg

 

Faktor-faktor biotik yang ada dalam ekosistem sekolah antara lain Kepala Sekolah, Guru, Staf/Tenaga Kependidikan, Pengawas Sekolah, Murid,  Orang Tua, dan Masyarakat sekitar sekolah.

Selain faktor-faktor biotik yang sudah disebutkan, faktor-faktor abiotik yang juga berperan aktif dalam menunjang keberhasilan proses pembelajaran. Faktor abiotik yang ada dalam ekosistem sekolah antara lain Keuangan (Dana Bos, Komite, Sponsor), Sarana dan prasarana (gedung sekolah, halaman, lahan kebun, alat alat TIK, LAB, Perputakaan)

Dalam rangka mewujudkan pembelajaran yang berpihak pada murid, sekolah akan berhasil jika mampu memandang segala aset (sumber daya) yang dimiliki sebagai sebuah keunggulan, dan menjadikan kekurangan tidak relevan dengan kondisi sekolah. Sekolah akan berfokus pada pemanfaatan dan pengelolaan sumber daya yang dimiliki tanpa lebih banyak memikirkan pada sisi kekurangan yang ada. Dalam pengelolaan sumber daya yang dimiliki oleh sekolah ada 2 pendekatan yang dapat dilakukan yaitu:

1.       Pendekatan berbasis kekurangan/masalah (Deficit-Based Thinking). Pendekatan ini akan memusatkan perhatian kita pada apa yang mengganggu, apa yang kurang, dan apa yang tidak bekerja. Segala sesuatunya akan dilihat dengan cara pandang negatif. Kita harus bisa mengatasi semua kekurangan atau yang menghalangi tercapainya kesuksesan yang ingin diraih. Semakin lama, secara tidak sadar kita menjadi seseorang yang terbiasa untuk merasa tidak nyaman dan curiga yang ternyata dapat menjadikan kita buta terhadap potensi dan peluang yang ada di sekitar.

2.       Pendekatan berbasis aset (Asset-Based Thinking) adalah sebuah konsep yang dikembangkan oleh Dr. Kathryn Cramer, seorang ahli psikologi yang menekuni kekuatan berpikir positif untuk pengembangan diri. Pendekatan ini merupakan cara praktis menemukan dan mengenali hal-hal yang positif dalam kehidupan, dengan menggunakan kekuatan sebagai tumpuan berpikir, kita diajak untuk memusatkan perhatian pada apa yang bekerja, yang menjadi inspirasi, yang menjadi kekuatan ataupun potensi yang positif.  

Kesimpulan saya: Pendekatan berbasis aset atau PKBA (pengembangan komunitas berbasis aset) merupakan paradigma positif yang digunakan dalam mengembangkan potensi potensi aset lokal berdasarkan kekuatan yang dimiliki dengan cara mengidentifikasi dan menganalisis aset utama untuk dijadikan modal pengembangan berdasarkan kemandirian, inovasi dan kreatif.

Rancangan Tindakan dengan format B-A-G-J-A

Sebagai persiapan melakukan Aksi Nyata tersebut, buatlah rancangan sederhana dengan mengisi bagan berikut: 

PRAKARSA PERUBAHAN

Tahapan

Pertanyaan

Daftar tindakan/ riset/ penyelidikan yang perlu dilakukan untuk mendapatkan jawaban

B-uat pertanyaan (Define)

  • Membuat pertanyaan utama yang akan menentukan arah investigasi kekuatan/potensi/ peluang;
  • Menggalang atau membangun koalisi tim perubahan

1.        Bagaimana cara memanfaatkan alat TIK disekolah untuk murid?

1.        melakukan diskusi bersama rekan sejawat dan kepala sekolah dalam memetakan aset TIK.

2.        Membuat daftar list prioritas pemanfaatan alat alat komputer untuk belajar murid

A-mbil pelajaran (Discover)

  • Menyusun pertanyaan lanjutan untuk menemukenali kekuatan/potensi/ peluang lewat investigasi;
  • Menentukan bagaimana cara kita menggali fakta, memperoleh data, diskusi kelompok kecil/besar, survei individu, multi unsu.

1.        Alat TIK apa saja yang dimiliki sekolah?

2.        Berapa jumlah alat komputer yang dapat dimanfaatkan?

3.        Program belajar apa yang akan diberikan kepada murid

4.       Apa manfaat bagi anak jika mengikuti bimbel TIK

1.        Mendata jumlah chrome book dan tab advan.

2.        Jumlah chrombook 15 unit, tab advan 25 unit, 1 PC, 3 laptop dan 1 proyektor dan 1 modem.

3.        Pembelajaran tambahan berupak bimbel ms. Word dan ms. Excel

4.       Pemanfaatan cbt offline untuk penilaian (ulangan harian, asesmen semester, dan USBN)

5.         Diharapkan anak-anak semakin termotivasi untuk belajar

G-ali mimpi (Dream)

  • Menyusun deskripsi kolektif bilamana inisiatif terwujud;
  • Mengalokasikan kesempatan untuk berproses bersama, multiunsur (kapan, di mana, siapa saja).

1.        Mengharapkan anak anak mampu mengetik, membuat dokumen di  word, membuat laporan dalam bentuk tabel, dan terbiasa dengan bekerja surat menyurat dikomputer,

2.        Menguasai teknologi sederhana dan tidak kalah bersaing jika nantinya mereka sekolah di Kota kabupaten.

3.        Memimpikan semua unsur baik guru dan warga masyarakat ikut serta dalam bimbel TIK serta dapat mendampingi dalam bimbingan

1.        Menyusun jadwal kegiatan bimbel

2.        Menyediakan modul atau bahan ajar

3.        Menyusun daftar hadir

4.       Menyusun jadwal guru dalam bimbingan

J-abarkan rencana (Design)

  • Mengidentifikasi tindakan konkret yang diperlukan untuk menjalankan langkah-langkah kecil sederhana yang dapat dilakukan segera,dan langkah berani/terobosan yang akan memudahkan keseluruhan pencapaian;
  • Menyusun definisi kesuksesan pencapaian

Langkah pertama adalah mengidentifikasi laptop atau komputer yang siap digunakan, kedua menentukan ruangan yang akan digunakan untuk bimbel, ketiga menyusun kelompok murid untuk bimbel (kelompok berdasarkan zonasi murid, jenis kelamin, kelas dan kesempatan waktu mengikuti les bimbel), mengatur  jadwal pertemuan dan pendamping bimbel (dilaksanakan pada sore hari 15.30 – 17.00).  Membuat kesepakatan bersama untuk mewujudkan program agar sukses dan kontinyu.

A-tur eksekusi (Deliver)

  • Menentukan siapa yang berperan/ dilibatkan dalam pengambilan keputusan;
  • Mendesain jalur komunikasi dan pengelolaan rutinitas (misal: SOP, knowledge management, monev/refleksi)

 Yang terlibat dalam program ini adalah kepala sekolah sebagai penanggung jawab, guru sebagai relawan bimbel, dan komite sebagai wadah komunikasi antar orang tua siswa dan sekolah.

 

Demikian Ulasan saya dalam koneksi antar materi modul 3.2 Pemimpin pembelajaran dalam pengelolaan sumber daya. Kritik dan saran berupa komentar sangat saya harapkan demi penyempurnaan dimasa depan.

Wassalamualaikum warrahmatullahi wabbarakatuhu….

 

  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

terima kasih

AKSI NYATA modul 3.3.a.10 Pengelolaan Program yang Berdampak pada Murid

  AKSI NYATA MODUL 3.3.a.10 PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK PADA MURID   OLEH SUWARNO,S.Pd CGP ANGKATAN 4 KAB. MELAWI   Tuj...