Tagihan 3.2.a.9 Koneksi antar
materi
Pemimpin Dalam Pengelolaan Sumber
Daya
Oleh SUWARNO,S.Pd
CGP Angkatan 4 Kab . Melawi
Fasilitator :
Slamet Murip, M.Pd
Pendamping Praktik :
Muhammad Firman,S.Pd
I.
Tujuan
Pembelajaran Khusus
- CGP
mampu menghubungkan materi modul ini dengan modul-modul yang didapatkan
sebelumnya.
- CGP
mampu membuat rencana perubahan secara rinci dengan menggunakan format
BAGJA.
II.
Sintesis
Materi
1.
Pada sesi pembelajaran kali ini, Anda diberikan
tantangan untuk membuat kesimpulan dan juga koneksi antara semua materi yang
telah diberikan dalam modul ini dengan materi lainnya selama mengikut proses
Pelatihan Guru Penggerak.
2. Buatlah kesimpulan
tentang apa yang dimaksud dengan ‘Pemimpin Pembelajaran dalam
Pengelolaan Sumber Daya’ dan bagaimana Anda bisa
mengimplementasikannya di dalam kelas, sekolah, dan masyarakat sekitar
sekolah.
3. Jelaskan dan berikan contoh bagaimana
hubungannya pengelolaan sumber daya yang tepat akan membantu proses
pembelajaran murid menjadi lebih berkualitas.
4. Berikan beberapa contoh bagaimana
materi ini juga berhubungan dengan materi lain yang Anda dapatkan
sebelumnya selama mengikuti proses Pelatihan Guru Penggerak.
5. Ceritakan pula bagaimana
hubungan antara sebelum dan sesudah Anda mengikuti pelatihan terkait
modul ini, serta pemikiran apa yang sudah berubah di diri Anda setelah Anda
mengikuti proses pembelajaran dalam modul ini.
6. Komunikasikan hasil
kesimpulan Anda dengan cara apapun yang bisa Anda pilih sendiri. Unggahlah
bagan atau artikel ini sesuai petunjuk dibagian bawah.
III.
Rancangan tindakan
1.
Buatlah rencana kecil perubahan yang akan Anda
lakukan pada diri Anda yang berkaitan dengan materi dalam modul ini dan
mengimplementasikan pendekatan Pengembangan Komunitas Berbasis Aset.
2. Lakukan perubahan kecil yang
berdampak dalam lingkup kelas Anda. Di
sini Anda akan berlatih membuat rangka perubahan dalam lingkup kelas Anda
sendiri sebelum masuk ke lingkup yang lebih besar, yaitu sekolah pada modul
selanjutnya.
3. Rencanakan prakarsa yang bisa
dipastikan akan Anda laksanakan, dengan jangka waktu yang optimal bagi Anda,
dan tentunya Anda dapat mengestimasi apa dampak dari rencana ini bagi murid
Anda.
4. Anda dapat mengingat kembali
video yang disaksikan pada sesi Elaborasi Pemahaman sebelumnya.
5. Gunakanlah format BAGJA atau 5 D
(Define, Discovery, Dream, Design, Destiny/Deliver) yang sudah dipelajari pada
modul 1.3. Anda dapat mengunggah rencana
perubahan kecil ini pada tautan berikut ini.
6. Sebagai pengingat apa itu yang
akan Anda gunakan, saksikan video tayangan berikut ini. (video BAGJA Materi
Modul 1.3)
Bismillahirrahmanirrahim
Asslamualaikum warrahmatullahi wabbarakatuhu 
Salam
Sehat untuk pembaca yang budiman, jumpa
lagi di blog sederhana blog MasArno.com. Pada kesempatan kali ini ijinkan kami
berbagi terkait tugas pelatihan guru penggerak. Adapun tugas yang dapat kami
bagikan yaitu tugas modul 3.2.a.9 Koneksi Antar Materi Modul 3.2 Pemimpin dalam
Pengelolaan Sumber Daya.
Berdasarkan
tujuan pembelajaran khusus yang akan kami capai, mari mengulas terlebih dahulu
hubungan antar modul sebelumnya diawali dari modul 1 tentang Paradigma dan Visi
Guru Penggerak, modul 2 tentang pembelajaran berdiferensiasi dan coaching dan
modul 3 tentang Pemimpin pembelajaran dalam pengembangan Sekolah.
Modul 3.2
ini bersisikan tentang bagaimana memimpin pembelajaran dengan mengelola aset
utama yang dapat menunjang pembelajaran disekolah. Terdapat 7 aset utama yang
dapat dijadikan kekuatan untuk mengembangkan sekolah menjadi lebih baik dalam
mewujudkan profil pelajar pancasila. Ketujuh aset tersebut terdiri dari 1) aset
Manusia (SDM), 2) Aset Sosial, 3) Aset Fisik/Sarana 4) Aset Alam/Lingkungan 5)
Aset Finansial (Keuangan), 6) Aset Politik, 7) Aset Agama dan Budaya. Sebagai
seorang pemimpin baik di kelas maupun di sekolah, kita harus mampu
mengidentifikasi dan mengelola segala sumber daya (aset) yang dimiliki oleh
sekolah untuk dapat dijadikan sebagai keunggulan sekolah dalam rangka mendukung
perwujudan visi dan misi sekolah. Menjadikan kekuatan sebagai sumber utama agar
kelemahan dan kekurangan menjadi tidak relevan.
DokPri. Dewan Guru SMPN 4 Tanah Pinoh Barat
Hubungan
dengan modul 1.1 tentang Filosofi KHD tentang pendidikan dan pengajaran “
Pendidikan dan Pengajaran merupakan usaha persiapan untuk segala kepentingan
hidup manusia, dalam lingkup seluas luasnya”. Menurut KHD tujuan Pendidikan
adalah “menuntun segala kodrat yang ada pada
anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang
setinggitingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat”. Maka, dalam mengidentifikasi aset perlu kiranya
dijadikan dasar adalah memperhatikan kodrat anak dalam belajar yaitu kodrat
alam dan kodrat zaman, sehingga keputusan dalam menyusun program nantinya benar
benar berdampak pada anak.
Hubungan dengan modul 1.2 tentang
nilai dan guru sebagai manusia seutuhnya, guru diharapkan memiliki komptensi
pedagogik, profesional dan sosial yang
baik. Tugas utama guru adalah menuntun kodrat anak. Salah satu peran penting
Guru adalah sebagai pemimpin pembelajaran yang mampu mewujudkan profil pelajar
pancasila.
Hubungan
dengan modul 1.3. tentang visi dan tujuan guru penggerak. Seorang pemimpin
harus memiliki visi dan misi yang jelas, terarah dan memiliki startegi dalam
mencapai visi tersebut. Dalam menyusun dan merencakana visi dan misi tidak
terlepas dari apa yang disampaikan KHD yaitu “Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri.
Pendidik hanya dapat merawat dan menuntun tumbuhnya kodrat itu.”
Dalam membuat rencana aksi maka diperlukan strategi atau metode yang tepat,
menggunakan pendekatan Inkuiri Apresiatif melalui alur BAGJA ( Buat pertanyaan
– Ambil Pelajaran – Gali Mimpi – Jabarkan rencana – Atur eksekusi).
Hubungan
dengan Modul 1.4 tentang Budaya Positif. Jika mengulas tentang tujuan
pendidikan, untuk menuntun kekuatan kodrat anak-anak, agar mereka dapat……”.
Makna kata mereka dapat adalah anak anak bisa menciptakan, diatur, di
disiplinkan dan dibentuk budi pekertinya menjadi pelajar berprofil pancasila.
Proses pembentukan itu melalui pembiasaan yang kemudian menjadi budaya positif
disekolah, yang pada akhirnya pembiasaan atau habituasi itu melekat pada diri
anak-anak yang kelak bisa menjadi bekal hidup mereka di masa depan.
Hubungan dengan modul 2.1 tentang
pembelajaran berdifereniasi yang berpihak pada murid. Sebagai pemimpin
pembelajaran dikelas maupun disekolah seorang guru memiliki tanggung jawab
penuh terhadap pembelajaran yang bermakna untuk anak-anak disekolah.
Pembelajaran yang berdiferensiasi adalah pembelajaran yang mampu mengembangkan
potensi anak sesuai kodratnya (kodrat alam dan kodrat zaman).
Hubungan dengan modul 2.2 tentang pembelajaran sosial dan emosional. Pembelajaran
ini sosial dan emosional berisi keterampilan-keterampilan yang dibutuhkan anak
untuk dapat bertahan dalam masalah sekaligus memiliki kemampuan memecahkannya,
juga untuk mengajarkan mereka menjadi orang yang baik untuk mencapai
keselamatan dan kebahgiaan yang setinggi tingginya. Dengan kematangan sosial
dan emosional yang baik diharapkan nantinya guru dan anak anak disekolah
memiliki adab dan budi pekerti yang luhur. Pembelajaran Sosial Emosional dapat diterapkan dalam kelas melalui
pembiasaan pengenalan emosi diri, melalui penerapan ice breaking dan
memungkinkan pembelajaran yang dilaksanakan diluar kelas sesuai kesepakatan
kelas.
Hubungan dengan modul 2.3 tentang kemampuan Coaching.
Salah satu peran utama guru adalah kemampuan melakukan coaching dengan murid,
rekan sejawat atau warga sekolah lainya. Setelah mampu mengenali dan mendalami
pembelajaran sosial dan emosional maka
metode pendekatan coaching dalam menggali potensi sangat penting,
coaching berprinsip dengan menjalin mitra dengan coachee. Kemampuan melakukan
coaching merupakan salah satu aset utama dalam mengembangkan sumber daya
manusia. Melalui penerapan coaching itu artinya guru sudah mampu MENUNTUN
mengembangkan potensi anak sesuai kodratnya.
Hubungan
dengan modul 3.1 keputusan pemimpin pembelajaran. Pada modul ini seorang
pemimpin sudah mendalami bagaimana caranya mengambil sebuah keputusan dengan
sebaik-baiknya ketika berada dalam situasi dilema etika dan bujukan moral. Agar
terhindar dari pengambilan keputusan yang salah maka diperlukan langkah yang harus dilewati ketika mengambil
dan menguji keputusan. Dalam pengelolaan sumber daya/aset juga dibutuhkan
kemampuan seorang pemimpin dalam mengambil keputusan saat melaksanakan pengelolaan
sumber daya yang dimiliki, yang demikian itulah maksud dari tujuan pendidikan
yang cetuskan oleh KHD. Diharapkan setiap pemimpin pembelajaran dapat membuat
keputusan yang tepat untuk kepentingan murid.
Pada modul 3.2 dalam mengidentifikasi kekuatan yang
dimiliki. Sekolah sebagai organsiasi dianalogikan sebuah ekosistem. Ekosistem yang saling berinteraksi antara faktor biotik (unsur yang hidup)
dan abiotik (unsur yang tidak hidup). Kedua unsur ini saling berinteraksi satu
sama lainnya sehingga mampu menciptakan hubungan yang selaras dan harmonis.
Dalam ekosistem sekolah, faktor-faktor biotik akan saling memengaruhi dan
membutuhkan keterlibatan aktif satu sama lainnya.



Faktor-faktor biotik yang ada dalam ekosistem sekolah
antara lain Kepala Sekolah, Guru, Staf/Tenaga Kependidikan, Pengawas Sekolah,
Murid, Orang Tua, dan Masyarakat sekitar
sekolah.
Selain faktor-faktor biotik yang sudah disebutkan,
faktor-faktor abiotik yang juga berperan aktif dalam menunjang keberhasilan
proses pembelajaran. Faktor abiotik yang ada dalam ekosistem sekolah antara
lain Keuangan (Dana Bos, Komite, Sponsor), Sarana dan prasarana (gedung
sekolah, halaman, lahan kebun, alat alat TIK, LAB, Perputakaan)
Dalam rangka mewujudkan pembelajaran yang berpihak
pada murid, sekolah akan berhasil jika mampu memandang segala aset (sumber
daya) yang dimiliki sebagai sebuah keunggulan, dan menjadikan kekurangan tidak
relevan dengan kondisi sekolah. Sekolah akan berfokus pada pemanfaatan dan
pengelolaan sumber daya yang dimiliki tanpa lebih banyak memikirkan pada sisi
kekurangan yang ada. Dalam pengelolaan sumber daya yang dimiliki oleh sekolah
ada 2 pendekatan yang dapat dilakukan yaitu:
1. Pendekatan
berbasis kekurangan/masalah (Deficit-Based Thinking). Pendekatan ini akan memusatkan
perhatian kita pada apa yang mengganggu, apa yang kurang, dan apa yang tidak
bekerja. Segala sesuatunya akan dilihat dengan cara pandang negatif. Kita harus
bisa mengatasi semua kekurangan atau yang menghalangi tercapainya kesuksesan
yang ingin diraih. Semakin lama, secara tidak sadar kita menjadi seseorang yang
terbiasa untuk merasa tidak nyaman dan curiga yang ternyata dapat menjadikan
kita buta terhadap potensi dan peluang yang ada di sekitar.
2. Pendekatan
berbasis aset (Asset-Based Thinking) adalah sebuah konsep yang dikembangkan oleh
Dr. Kathryn Cramer, seorang ahli psikologi yang menekuni kekuatan berpikir
positif untuk pengembangan diri. Pendekatan ini merupakan cara praktis
menemukan dan mengenali hal-hal yang positif dalam kehidupan, dengan
menggunakan kekuatan sebagai tumpuan berpikir, kita diajak untuk memusatkan
perhatian pada apa yang bekerja, yang menjadi inspirasi, yang menjadi kekuatan
ataupun potensi yang positif.
Kesimpulan
saya: Pendekatan berbasis aset
atau PKBA (pengembangan komunitas berbasis aset) merupakan paradigma positif
yang digunakan dalam mengembangkan potensi potensi aset lokal berdasarkan
kekuatan yang dimiliki dengan cara mengidentifikasi dan menganalisis aset utama
untuk dijadikan modal pengembangan berdasarkan kemandirian, inovasi dan
kreatif.
Rancangan Tindakan dengan format
B-A-G-J-A
Sebagai
persiapan melakukan Aksi Nyata tersebut, buatlah rancangan
sederhana dengan mengisi bagan berikut:
|
PRAKARSA PERUBAHAN |
||
|
Tahapan |
Pertanyaan |
Daftar tindakan/ riset/
penyelidikan yang perlu dilakukan untuk mendapatkan jawaban |
|
B-uat pertanyaan (Define)
|
1.
Bagaimana cara memanfaatkan alat TIK disekolah
untuk murid? |
1.
melakukan diskusi bersama rekan sejawat dan
kepala sekolah dalam memetakan aset TIK. 2.
Membuat daftar list prioritas pemanfaatan alat
alat komputer untuk belajar murid |
|
A-mbil pelajaran (Discover)
|
1.
Alat TIK apa saja yang dimiliki sekolah? 2.
Berapa jumlah alat komputer yang dapat
dimanfaatkan? 3.
Program belajar apa yang akan diberikan kepada
murid 4.
Apa manfaat bagi anak jika mengikuti bimbel TIK |
1.
Mendata jumlah chrome book dan tab advan. 2.
Jumlah chrombook 15 unit, tab advan 25 unit, 1
PC, 3 laptop dan 1 proyektor dan 1 modem. 3.
Pembelajaran tambahan berupak bimbel ms. Word dan
ms. Excel 4.
Pemanfaatan cbt offline untuk penilaian (ulangan
harian, asesmen semester, dan USBN) 5.
Diharapkan
anak-anak semakin termotivasi untuk belajar |
|
G-ali mimpi (Dream)
|
1.
Mengharapkan anak anak mampu mengetik, membuat
dokumen di word, membuat laporan dalam
bentuk tabel, dan terbiasa dengan bekerja surat menyurat dikomputer, 2.
Menguasai teknologi sederhana dan tidak kalah
bersaing jika nantinya mereka sekolah di Kota kabupaten. 3.
Memimpikan semua unsur baik guru dan warga
masyarakat ikut serta dalam bimbel TIK serta dapat mendampingi dalam
bimbingan |
1.
Menyusun jadwal kegiatan bimbel 2.
Menyediakan modul atau bahan ajar 3.
Menyusun daftar hadir 4. Menyusun
jadwal guru dalam bimbingan |
|
J-abarkan rencana (Design)
|
Langkah pertama adalah mengidentifikasi laptop atau komputer yang siap
digunakan, kedua menentukan ruangan yang akan digunakan untuk bimbel, ketiga
menyusun kelompok murid untuk bimbel (kelompok berdasarkan zonasi murid,
jenis kelamin, kelas dan kesempatan waktu mengikuti les bimbel), mengatur jadwal pertemuan dan pendamping bimbel
(dilaksanakan pada sore hari 15.30 – 17.00). Membuat kesepakatan bersama untuk mewujudkan
program agar sukses dan kontinyu. |
|
|
A-tur eksekusi (Deliver)
|
Yang terlibat dalam program ini adalah
kepala sekolah sebagai penanggung jawab, guru sebagai relawan bimbel, dan
komite sebagai wadah komunikasi antar orang tua siswa dan sekolah. |
|
Demikian Ulasan saya dalam koneksi antar materi
modul 3.2 Pemimpin pembelajaran dalam pengelolaan sumber daya. Kritik dan saran
berupa komentar sangat saya harapkan demi penyempurnaan dimasa depan.
Wassalamualaikum
warrahmatullahi wabbarakatuhu….
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
terima kasih